Sunday, March 21, 2010

try to write any...

SOS ! KERUSAKAN HUTAN KALIMANTAN BARAT





gambar foto udara Kalimantan Barat
(klik gambar untuk memperbesar / click picture to enlarge)
Wilayah Provinsi Kalimantan Barat mempunyai luas 120.000 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk hanya empat juta jiwa lebih sedikit. Dengan luas wilayah sedemikian, Kalbar menempati posisi keempat provinsi dengan wilayah terluas di Indonesia setelah Papua, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Sebagai perbandingan, luas wilayah Kalbar adalah lebih dari tiga kali luas provinsi Jawa Barat, dengan penduduk sepersepuluhnya.
Dengan luas wilayah mencapai sekitar 7,5% dari seluruh wilayah Indonesia, Kalbar adalah salah satu provinsi dengan wilayah hutan tropis yang luas dengan segala kekayaan alamnya. Luas hutan di Kalbar lebih dari 9 juta hektar, yang berarti mencapai tiga perempat dari luas wilayah daratan Kalbar. Terdiri dari hutan yang dilindungi, maupun dimanfaatkan. Kalbar juga tercatat mempunyai empat kawasan taman nasional, yaitu TN Bukit Baka-Raya, Betung Kerihun, Danau Sentarum, dan Gunung Palung.
Namun demikian Kalbar mempunyai masalah yang besar terutama masalah kemiskinan dan kerusakan lingkungan hidup, terutama hutan, yang berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan rakyatnya. Dan dari gambar foto udara yang disertakan, tampak tutupan hutan hanya tersisa di beberapa wilayah saja. Maka angka-angka laporan luas hutan yang dipublikasikan oleh pihak pemerintah sangat dikhawatirkan tidak sesuai dengan kenyataan.
Seperti kita ketahui, sebagian masyarakat Kalbar, menggantungkan aktivitas transportasinya pada jalur sungai. Jika lingkungan hutan Kalbar semakin hancur, maka akan menurunkan debit air sungainya, terutama pada musim kemarau. Sungai dan hutan adalah sumber penghidupan dan kesejahteraan rakyat Kalbar. Dan kondisi lingkungan hidup akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat.
Lingkungan hidup Kalbar saat ini dalam kondisi kritis. Dan ini menjadi tantangan tersendiri, karena banyaknya illegal logging yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik pihak yang mempunyai ijin resmi penebangan, namun melanggar, serta pihak aparat berwajib dan pemerintah setempat yang ternyata mempunyai bisnis illegal dengan mencuri kayu. Dan rakyat setempat yang masih miskin dan kurang memperoleh pendidikan dijadikan alat sekaligus tameng dan kambing hitam, yang dimanfatkan dan diperas kondisi dan dan tenaganya demi kelicikan para cukong kayu.
Dengan dibayar dengan upah tertentu, masyarakat pedalaman Kalimantan akhirnya menjadi korban kejahatan, dan kondisi ini semakin menyengsarakan kehidupan mereka, yang memang sudah miskin sebelumnya.
Diperlukan komitmen semua pihak untuk membebaskan Kalbar dari kemiskinan akut dan berlanjut, kerusakan lingkungan yang semakin parah, dan ancaman bencana akibat kerakusan dan kecerobohan segelintir orang.

No comments:

Post a Comment

<